Kegiatan Pekan Budaya

Pada tannggal 19, 20, 24 dan 25 April 2018, TK A Erlass melaksanakan kegiatan Pekan Budaya dengan mengambil tema Tanah Air. Pengenalan budaya ini bertujuan untuk membuat anak lebih menerima pada setiap perbedaan yang dimiliki dan memudahkan komunikasi antar  murid yang berasal dari latar belakang yang berbeda.

Dalam pekan budaya tersebut anak-anak mempelajari mengenai suku Jawa, Betawi, Batak dan Sunda melalui keragaman makanan, barang-barang kerajinan tangan, rumah adat, baju daerah, dll.. Adapun kegiatannya diisi dengan partisipasi guru-guru dalam  bermain peran sebagai orang yang berasal dari suku-suku tersebut., mempelajari bahasa, tarian, rumah adat, lagu daerah dll. Anak-anak sangat antusias dengan kegiatan ini karena mereka juga diperkenankan membawa makanan atau barang-barang tradisional dari rumahnya berdasarkan suku yang sedang dipelajari.

Manfaat dari kegiatan pekan budaya ini adalah  mengajarkan anak-anak bahwa Bangsa Indonesia memiliki banyak suku dan budaya dan mendorong ketertarikan dan partisipasi terhadap budaya Indonesia yang kaya ragamnya. Dan anak-anak diharapkan   memahami dan menghargai tentang perbedaan dari keberagaman tersebut.

Kunjungan Siswa Kelas Mangga dan TK A ke Taman RPTRA “ASOKA” Jati Padang

 Kegiatan kunjungan ke diadakan sesuai dengan tema pembelajaran bulan ini yaitu Rekreasi. Kunjungan tersebut  dilaksanakan pada hari Selasa,  17 April 2018 dengan peserta siswa  kelas Mangga dan TK A. Konsep rekreasi yang diajarkan kepada siswa adalah kegiatan  yang dilakukan sebagai kesenangan di waktu senggang dan biasanya dilakukan di akhir pekan. Rekreasi yang sangat menarik untuk anak-anak usia dini salah satunya adalah bermain di area terbuka, seperti pantai, berolah raga, berkebun ataupun bermain di taman. Melihat kebutuhan pemahaman siswa mengenai rekreasi, maka Erlass memilih RPTRA sebagai aplikasi rekreasi yang sederhana namun menyenangkan.

       Taman RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) yang salah satu contohnya adalah RPTRA ASOKA Jati Padang, merupakan salah satu program pemerintah DKI sebagai  konsep  ruang publik berupa ruang  terbuka hijau atau taman  yang dilengkapi dengan berbagai permainan menarik, pengawasan CCTV, ruang perpustakaan, aula untuk berbagai macam kegiatan positif anak dan lainnya. RPTRA dibangun di tengah permukiman  warga, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh warga di sekitar.

Adapun dalam kunjungan tersebut, para siswa melakukan beberapa kegiatan yang menyenangkan seperti mendengarkan cerita guru di aula RPTRA mengenai buah – buahan, yang kemudian dilanjutkan dengan berkeliling area taman yang terdapat aneka tanaman, kolam ikan dan alat-alat permainan. Mereka juga diajak untuk melihat buku-buku di perpustakaan dengan beragam koleksi buku yang menarik. Kegiatan yang paling ditunggu siswa adalah ketika mereka diperbolehkan bermain di area permainan yang terdiri dari ayunan, papan seluncur dan jungkat jungkit serta yang paling seru adalah melalukan permainan tradisional Engklek.Semua siswa terlihat sangat antusias dan senang bermain di RPTRA yang luas dan bersih.

Dengan berkunjung ke RPTRA ASOKA, Sekolah Erlass telah memanfaatkan Program yang telah dirancang oleh pemerintah DKI. berekreasi tidak perlu dengan biaya mahal namun dengan berkunjung ke Taman RPTRA,  anak juga banyak mendapatkan pengalaman dan belajar sambil bermain.

Kunjungan Siswa TK A Erlass ke Kantor Pemadam Kebakaran

Pada hari Kamis, 01 Februari 2018 TK A Erlass berkesempatan berkunjung ke kantor Pemadam Kebakaran yang berlokasi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kunjungan tersebut sesuai dengan kegiatan pengayaan tema “Profesi” yang sedang dipelajari anak-anak.

Kegiatan ini dilakukan untuk memperkenalkan kepada anak-anak mengenai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas Pemadam Kebakaran.  Anak-anak diajak untuk menonton video dan mendengarkan penjelasan mengenai penyebab terjadinya kebakaran, cara memadamkan api, nama kendaraan yang digunakan oleh Pemadam Kebakaran serta nomor telepon yang dapat dihubungi di saat terjadinya kebakaran. Selain itu, anak-anak juga dikenalkan dengan alat-alat atau perlengkapan yang digunakan pada saat memadamkan api.

Aktivitas yang sangat diminati anak-anak dengan antusias adalah ketika mereka mendapat kesempatan menaiki mobil Pemadam Kebakaran dan diajarkan bagaimana cara memegang selang untuk menyemprotkan air saat memadamkan api. Kegembiraan sangat terlihat di saat petugas mengarahkan selang air ke arah anak-anak dan merasakan semprotan air tersebut.

Anak-anak belajar memahami bahwa pekerjaan petugas Pemadam Kebakaran adalah pekerjaan yang menantang dan bertujuan mulia yaitu menyelamatkan orang-orang di saat kebakaran. Terima kasih, Pak petugas Pemadam Kebakaran! (Yuni/Loren)

 

Salam Erlass

Kegiatan TK Erlass ke Taman Wisata Lebah Madu Pramuka Cibubur

Dalam rangka pengayaan tema pembelajaran tentang binatang serangga, pada hari Selasa, 10 Oktober 2017 kelas TK B Erlass mengunjungi Taman Wisata Lebah Madu Pramuka yang ada di bilangan Cibubur Jakarta Timur. Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan mengenal serangga khususnya mengenai lebah.

Kegiatan di Taman Wisata Lebah Madu Pramuka ini diawali dengan makan bersama di salah satu pendopo yang disediakan oleh pihak pengelola. Setelah itu anak-anak diajak masuk ke dalam ruangan untuk mendengarkan presentasi mengenai seluk beluk dunia lebah. Penjelasan tentang jenis, cara bekerja serta cara penanganan jika tersengat dijelaskan secara rinci disini. Anak-anak juga diajak menonton film tentang kerajaan lebah.

Untuk mengenal lebah lebih dekat, sesudah kegiatan menonton anak-anak diajak keluar ruangan dan mendekati ke sarang-sarang lebah yang sudah disiapkan. Untuk menjaga keamanannya, sebelumnya anak-anak satu per satu mengenakan topi dan jaring penutup muka sampai ke badan untuk melindungi diri dari sengatan lebah. Setelah memakai perlengkapan, petugas taman wisata lebah membantu menjelaskan dan mengajak anak satu per satu memegang sarang lebah. Anak-anak terlihat berani dan antusias untuk memegang sarang lebah sendiri, karena sebelumnya sudah dijelaskan cara memegang sarang lebah dengan benar. Hebat sekali ya anak-anak Erlass!!

Tiba di penghujung acara, anak-anak diajak untuk minum air madu yang telah disediakan dan dilanjutkan dengan berfoto bersama ikon Taman Wisata Lebah. Anak-anak pulang dengan gembira karena mendapatkan pengalaman baru hari ini. Sampai jumpa di kegiatan Erlass berikutnya… Salam Erlass!!

Kunjungan ke Kebun Binatang Ragunan Jakarta

Pada hari Rabu 11 Oktober 2017 KB Rambutan dan TK Erlass mengadakan kunjungan ke Kebun Binatang Ragunan. Kegiatan ini sebagai pengayaan dari tema binatang yang sedang dipelajari oleh anak – anak. Anak – anak sangat antusias sekali, mereka ingin segera melihat binatang – binatang yang ada di Kebun Binatang itu.

Dalam kegiatan kunjungan Kebun Binatang ada 42 anak yang ikut serta, anak – anak dibagi dalam 8 kelompok setiap kelompok dipandu oleh semua guru.

Begitu sampainya di Kebun Binatang anak – anak mengikuti arahan dari guru untuk tidak berlarian dan tetap bergandengan dengan teman kelompoknya.

Kandang pertama yang dikunjungi adalah kandang primata. Di sana anak – anak melihat orang utan, siamang dan monyet pantat merah. Kemudian kami mengunjungi kandang aneka reptile, dimana terdapat iguana, kura – kura yang berbadan besar dan lain –lainnya. Setelah puas melihat berbagai macam binatang melata, perjalanan dilanjutkan untuk melihat macan tutul dan singa di dalam kandangnya. Namun pada saat kami mengunjungi harimau, kandang tersebut sedang direnovasi.

Dan hari pun semakin siang. Anak-anak diajak untuk beristirahat di tempat yang ridang dan bersih untuk menikmati makanan yang mereka bawa dari rumah.

Sebelum pulang kami mengunjungi kandang gajah yang sedang bermain air dikarenakan suhu udara yang terik. Kunjungan dilanjutkan menuju kandang jerapah. Di sana terdapat sepasang jerapah itu pemberian dari Bapak Basuki Tjahja Purnama yang diberi nama Dirga dan Hayu. Anak-anak merasa kagum melihat ukuran badan jerapah yang tinggi menjulang dan dapat menggapai daun-daun di pohon sekitar.

Akhirnya tiba saatnya kami kembali ke sekolah dengan kelompok yang sudah disesuaikan dengan keberangkatan. Dari perjalanan ini, anak-anak semakin bertambah pengalamannya dalam pengetahuan mengenai binatang-binatang yang berbagai jenis dari mulai makanan, bentuk, dan tempat tinggalnya.

Kunjungan ke Hypermart Pejaten Village Jakarta

Senin 13 November 2017 TK Erlass mengadakan kunjungan ke Hypermart Pejaten Village Jakarta Selatan. Kunjungan yang diikuti oleh 21 anak dari kelas TK A, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan TK A Erlass setiap tahunnya dengan tujuan untuk memperkenalkan kepada anak-anak mengenai jenis makanan dan minuman sehat. Selain itu melaui kunjungan ini diharapkan dapat mengajarkan anak-anak cara berbelanja di supermarket yang sewaktu-waktu dapat dilakukan bersama dengan orangtua mereka.

Sebelum kegiatan berbelanja, anak-anak sudah mendapat pengetahuan tentang makanan dan minuman yang sehat dan tidak sehat. Berbekal pengetahuan tersebut. anak-anak berkeliling dan memilih makanan dan minuman yang sehat untuk mereka beli dengan menggunakan uang sebesar Rp20.000,00 pemberian dari orangtua mereka.

Adapun kegiatan mereka di supermarket dimulai dari mengambil kerajang, memilih makanan atau minuman sehat yang disukai, setelah itu secara bergantian anak-anak melakukan transaksi pembayaran di kasir.

Anak-anak terlihat sangat senang dengan pengalaman berbelanja ini. Mereka bersemangat membawa pulang barang belanjaan mereka. Melalui kegiatan ini pula dapat terjalin kerjasama yang baik antara Erlass dengan Hypermart Pejaten Village Jakarta Selatan.

Penulis

Yuni Melania

Bagaimana Cara Ampuh Merebut Hati Murid ? Mulai dengan Komunikasi efektif.

Pelatihan Cara Ampuh Merebut Hati Murid digelar Erlass Institute bersama beberapa sekolah dasar dengan kepesertaan 40 guru dari berbagai SD dari kelas 1 hingga  6 di SDN Karang Anyar 07, Jakarta Pusat pada Kamis (21/1/2016).  Pelatihan berdurasi 2.5 jam ini disambut antusias oleh peserta dengan dibina oleh psikolog anak dan remaja Ibu Hanlie Mulyani dari Yayasan Sahabat Orangtua Anak.

Sekitar 90% masalah antar manusia baik di rumah maupun sekolah berasal dari masalah komunikasi.  Masalah komunikasi ini dihalangi batu penghalang (roadblock), dengan 12 batu penghalang.

Ibu Hanlie mengawali pelatihan dengan menyebut pola asuh anak. Orangtua akan memilih metode dari kakek nenek karena yang merekalah pembimbing bagi orangtua.  Lalu, pertentangan nilai kemudian terjadi di sekolah, antara guru dan murid.  Perkembangan zaman yang berjalan cepat juga berdampak pada perkembangan anak dimana rasa ingin tahu mereka sangat besar dan guru harus mampu memenuhi keinginan ini.

Ibu Hanlie melanjutkan cara memecahkan masalah antara guru dan muri dengan komunikasi efektif termasuk mendengarkan dengan empati, meredakan emosi ketika murid tengah marah dan guru harus menunjukkan sikap menerima.   Tiga langkah ini didukung bahasa tubuh (55%), intonasi/mutu suara (38%) dan kata-kata (7%).

Sesi berlanjut pada cara mengenal kebutuhan murid dengan metode Cone (kerucut) & Onion (lapisan bawang).  Seperti es krim dalam kerucut (cone), disinilah masalahmurid yang tampak bukan masalah yang sebenarnya.  Sehingga perlu komunikasi dengan empati untuk memecahkan masalah yang sebenarnya dan guru harus ganti tingkat pendekatan (shifting the gears) dalam komunikasi.   Dari pendekatan ini guru juga dapat mengenal kebutuhan murid yang sebenarnya dan mengambil solusi yang diperlukan agar murid bisa lebih sukses dalam pembelajaran.

Dalam hubungan antara anak dan ibu, contoh komunikasi dengan empati dapat berjalan sebagai berikut; anak menunjukkan tindakan yang mendorong responnya.  Sementara Ibu mengakui perasaannya berasal dari interpretasinya atau persepsi atas peristiwa yang terjadi.  Ibu menunjukkan kebutuhannya dan ikhlas atas hasilnya (let go of the outcome).   Suasana yang berlangsung akrab dan antusias ini berlalu dengan cepat dan menyenangkan.

Tips Mengajari Anak Membaca untuk Anak Hiperaktif (Rendah Daya Konsentrasinya)

(Terkait daya konsentrasi, kematangan umur mempengaruhi daya konsentrasi anak dan berapa lama anak mampu duduk manis untuk belajar, jadi bagi para orang tua yang anaknya baru usia 4-6 tahun jangan dibawa stress apalagi sampai marah sama anak. Jangan dech.)

Yang perlu dipahami kita bersama “Membaca adalah PROSES semua pasti bisa membaca.”

  1. Pahami kekuatan belajar anak dari kegiatan sehari – hari, apakah dari visual,audio atau kinestetik. Bila anak anda suka sekali menonton berarti cara belajar anak anda dominan visual.
  2. Konsistensi dalam mengenalkan kata dan huruf. Waktu belajar untuk anak seusia 4-6 tahun dengan papa dan mamanya cukup 30 menit – 1 jam hal tersebut sudah sangat bagus. Yang penting mereka paham dan menyerap. Percaya daya tangkap anak itu cepat.
  3. Pahami proses berpikir dan merangkai katanya. Apa yang sudah dipelajari anak kiranya orang tua dapat mereview kembali dalam bentuk pertanyaan, dalam bentuk konfirmasi, maupun kegiatan mewarnai, kegiatan merapikan.
  4. Selingi dengan humor bercanda, belaian dan sentuhan dan pujian. Biarkan anak nyaman belajar bersama anda.
  5. Biarkan anak menjadi diri sendiri sehingga ia merasakan namanya PUAS dengan hasil karyanya tanpa dikte mama / papa. Hal ini akan memunculkan kepercayaan diri anak dan ia semakin senang belajar dan membaca.
  6. Biarkan bersosialisasi dengan teman les atau teman bermain. Semakin banyak bersosialisasi semakin kaya perbendaharaan kata si anak dan semakin memori rekam anak kapasitasnya Bertambah.
  7. Bantu dengan asupan gizi dan makanan yang cukup dan tepat waktu. Anak hiper biasanya kuat menahan lapar tapi akan semakin bertingkah karena rasa lapar yang dirasakannya.
  8. Belikan peralatan tulis atau buku yang menjadi pilihannya tapi anda bisa arahkan anak.
  9. Bila memiliki kakak, mintalah kakak belajar diruang keluarga agar adiknya bisa turut mendengar dan melihat kakak belajar.

Bila masih kesulitan belajar dengan anak, anda bisa datang ke ERLASS Institute ada kelas Play and Learn khusus mempelajari calistung dengan metode PLAY and LEARN.

Informasi hubungi kantor (021) 79180467 Lokasi belajar ERLASS Institute di Pejaten Barat dekat Mall Pejaten Village.

Ayo Membatik, Ayo Berkreasi: Aktivitas Berkarakter di SD Tanjung Barat 07

Kali Ini ERLASS bersama SD Negeri Tanjung Barat 07 melakukan pelatihan membatik bagi siswa dan Guru pada 5 Oktober 2016. Sebanyak 100 siswa dan guru SD negeri Tanjung Barat yang saat ini duduk di kelas 4 SD sudah siap dari pukul  7 pagi di Aula sekolah untuk berpartisipasi pada acara aktif dan inspiratif ini.

Tujuan Kepala Sekolah  dikarenakan perlu menerapkan peraturan yang mendukung terbentuknya  karakter cinta budaya Indonesia pada siswa dan  gurunya.  Contohnya, bagaimana membentuk Lingkungan sekolah yang menghargai Budaya, menghargai orang yang lebih tua dan menghargai waktu  serta proses dalam mencapai hasil. Pelatihan Membatik bagi siswa merupakan salah satu upaya membentuk lingkungan dan pembiasaan lingkungan agar mencintai budaya dan paham budaya.

Siswa diberi pelatihan bagaimana proses membuat Batik. Mulai dari mempersiapkan peralatan, cara menggunakan canting , mewarnai Batik, dan nglorot.

Ada beberapa anak yang hasilnya sangat rapi dan pewarnaanya bagus sekali. Pengakuan guru kelas mereka d ikelas pun adalah siswa yang tertib dan baik. Hal ini menandakan bahwa kegiatan seperti adalah baik bagi siswa agar siswa mendapatkan keseimbangan penggunaan otak kanan dan otak kiri, paham bahwa segala sesuatu butuh proses.  Murid diharapkan paham pula bahwa ada sebuah prosedur dan urutan dalam tata laksana membatik.

Rencananya hasil terbaik akan dipigura oleh guru dan dipajang di kelas sebagai apresiasi siswa dan juga semangat bagi yang lain untuk menjadi lebih baik lagi.

Jadi bagaimana Sekolah Anda akan menerapkan Pendidikan Karakter ? Mari bersama ERLASS, ada beberapa kegiatan kreatifitas dan Edukatif bagi Siswa yang dapat membentuk karakter siswa yang Berbudaya,  Kreatif dan berprestasi.